PRAKTIKUM KIMIA ANORGANIK - 7

 PRAKTIKUM KIMIA ANORGANIK


PERCOBAAN VII


“PEMBUATAN NaOH, NaHCO3, Na2CO3, DAN SERBUK PEMASAK”




DISUSUN OLEH :

Ryan Willianto

A1C118019

 

DOSEN PENGAMPU :

Drs. Fuldiaratman, M.Pd

 

 

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KIMIA

JURUSAN PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS JAMBI

2021







 I. Judul : PEMBUATAN NaOH, NaHCO3, Na2CO3, DAN SERBUK PEMASAK


II. Hari / Tanggal : jum’at / 19 Maret 2021


III. Tujuan

Adapun tujuan dilaksanakannya praktikum ini adalah sebagai berikut :

1. Agar dapat membuat natrium hidroksida, natrium bikarbonat, dan natrium karbonat dengan proses solvay dan serbuk pemasak


IV. Landasan Teori

Labu kuning merupakan bahan pangan yang kaya vitamin A, B, dan C, mineral, serta karbohidrat. Daging buahnya pun mengandung antiokisidan sebagai penangkal berbagai jenis kanker. Sementara labu bisa diolah menjadi bahan subtitusi atau bahan tambah di dalam pembuatan mie basah, selain labu mengandung karbohidrat dan memperbaiki warna pada mie basah karena mengandung betakarotin, namun mie basah mempunyai daya simpan yang singkat, untuk itu perlu alternative penambahan bahan pengawet seperti natrium4 karbonat(Na2CO3). Adapun setandar natrium karbonat menurut Codex 0,2 % dalam formula bayi (misbar. 2013).


     Menurut Tim Penuntun Praktikum Kimia Anorganik (2021), natrium karbonat dapat dibuat dari garam dapur dan batu kapur. Proses ini desebut proses solvay. Cara pembuatan ini dilakukan berdasarkan fakta bahwa NaHCO3 hanya sedikit melarut dalam air jika dibandingkan dengan NaCl. Proses ini dimulai dengan menguraikan batu kapur yang dipanaskan dan menghasilkan CaO dan CO2. gas karbondioksida yang terbentuk bersama amonia dialirkan ke dalam larutan garam pekat. sebagian dari amoniak menetralkan asam karbonat yang terbentuk.


   Natrium karbonat berfungsi untuk mempercepat peningkatan gluten, meningkatkan elatisitas dan fleksibilitas mie, meningkatkan kehalusan tekstur, serta meningkatkan sifat kenyal. Bahan ini dapat diperoleh di toko-toko bahan kimia (Astawan, 2006). 


    Sunaryo (1985) menyatakan bahwa natrium karbonat dan garam fosfat telah sejak dahulu dipakai sebagai alkali untuk pembuatan mie. Komponen tersebut berfungsi untuk mempercepat pengikatan gluten, meningkatkan elastisitasdan fleksibilitas dan meningkatkan kehalusan tekstur pada mie basah yang dihasilkan.


    Natrium karbonat (Na2CO3) atau kalium polifosfat (KH2PO4) berfungsi untuk meningkatkan pH, menyebabkan warna sedikit kuning dengan flavor yang lebih baik. Secara khusus, natrium karbonat lebih berperan untuk kehalusan tekstur, kalium karbonat untuk meningkatkan elastisitas sedangkan kalium polifosfat untuk meningkatkan elastisitas dan fleksibilitas mie (Badrudin, 1994).


V. Daftar Pustaka

     Astawan, M. 2006. Membuat Mie dan Bihun. Penebar Swadaya, Jakarta.

     Misbar. 2013. Pengaruh Perbandingan Tepung Terigu dengan Bubur Labu Kuning (Cucurbita moschata) dan Penambahan Natrium karbonat (Na2CO3) terhadap Mie Basah yang Dihasilkan. Riau : Universitas Islam Indragiri.

     Sunaryo, E. 1985. Pengolahan Produk Serealia dan Biji-bijian. Fateta-IPB, Bogor

     Tim Penuntun Praktikum Kimia Anrganik. 2021. Penuntun Praktikum Kimia Anorganik. Jambi : Universitas Jambi

    

Komentar