PRAKTIKUM
KIMIA ORGANIK I
JURNAL
7
DISUSUN
OLEH :
NAMA : RYAN WILLIANTO
NIM : A1C118019
KELAS : REGULER A 2018
DOSEN PENGAMPU : Dr. Syamsurizal, M.Si.
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KIMIA
JURUSAN PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN
ALAM
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS JAMBI
2020
I. Judul : Pembuatan
Sikloheksanon
II. Hari,
Tanggal : Rabu, 22 April 2020
III. Tujuan :
Pada akhir
percbaan ini, mahasiswa harus dapat memahami dan terampil dalam :
a. Agar dapat melakukan oksidasi alkohol
sekunder alisiklik.
b. Agar dapat memahami bahwa tidak hanya
alkohol sekunder alifatis biasa saja yang dapat dioksidasi tetapi juga alkohol
sekunder alifatik.
IV. Landasan
Teori
Menurut
tim penuntuk praktikum kimia organik (2020 : 36)Pembuaan sikloheksanon dapat
dilakkan dengan cara mengoksidasi senyawa alkohol siklik. Senyawa alkohol
siklik memiliki possisi gugus sekunder pada rantai, sehingga dapat menghasilkan
senyawa keton siklik atau siklo alkanon.
C6H11
– OH à C6H11=O + H2O
Sikloheksanol sikloheksanon
Mekanisme
reaksi nya :
Cr2O72-
+ 14 H+ + 3 e- à 2 Cr3+ + 7H2O
-
CH – OH à C=O + 2 e-
Sebagai
sebuah senyawa, alkohol terutama etanol tidak banyak berfungsi ssebagai
pelarut, melainkan sebagai bahan pembuatan warna, bahan peledak, kosmetik, dan
obat sintesis. Etanol juga terdapat dalam beberapa minuman beralkohol dan
etanol ini cukup aman untuk dikonsumsi dari pada beberapa alkohol jenis llain
(paling sedikit beracun) (chang, 2003 : 350).
Salah
satu ciri khas dari senyawa alkohol dan fenol ini adalah adanya gugus –OH pada
salah satu atom C dalam rantai karbon. Berdasarkan letak gugus –OH nya, senyawa
ini dapat dibagi menjadi tiga kelas, yaitu alkohol primer, sekunder, dan
tersier (petrucci. 1985 : 268).
V. Alat
dan Bahan
Adapun alat dan bahan yang akan digunakan dalam
praktikum ini, yaitu :
5.1. Alat
a. labu Erlenmeyer 250 mL
b. Pemanas bunsen
c. Kaki tiga, kawat kasa
d. Gelas kimia
e. Corong buncher
f. Cawan penguap
5.2. Bahan
a. etanol
b. 2-propanol
c. sekunder butil alkohol
d. siklo heksanol
e. fenol
f. kolesterol
g. 2-naftol
h. indikator PP
i. aseton
j. asam sulfat pekat
k. asam asetat glasial
l. larutan FeCl3 10%
m. 1-propanol
n. n-butil alkohol
o. tersier butil alkohol
p. etilen glikol
q. resorsinol
r. o-kresol
s. larutan NaOH 10%
t. reagen Lucas
u. reagen Bordwell-Willman
v. larutan Brom dalam air
w. trifenil karbinol
VI. Prosedur
Kerja
6.1. Kelarutan
a. dimasukkan masing-masing senyawa otanol,
n-butil alkohol, ter-butil alkohol, sikloheksanol, etilen glikol, dan fenol
sebanyak 0,5 mL atau 0,2-0,5 gram.
b. ditambah 2 mL air
c. diamati kelarutannya.
6.2. Reaksi dengan Alkali
a. dimasukkan masing masing 4 tabung reaksi
0,5 mL atau 0,2-0,5 gram n-butil alkohol, sikloheksanol, fenol, dan 2-naftol
b. ditambah 5 mL NaOH 10% tiap tabung
c. dikocok
d. dicatat hasilnya
6.3. Reaksi dengan Natrium
a. dimasukkan ke 3 tabung reaksi
masing-masing 1-propanol, 2-propanol, o-kresnol.
b. ditambahkan sepotong kecil logam natrium
dan catat hasilnya.
c. ditambah indikator fenolftalein dan
dicatat hasilnya.
6.4. Pengujian Lucas
a. dimasukkan 2 ml reagen ke 4 tabung reaksi
b. dimasukkan masing masing 5 tetes sampel
alkohol yang akan diuji (1-butanol, 2-butanol, sikloheksanol, dan ter-butil
alkohol)
c. dicatat suhunya dan amati hasilnya.
6.5. Oksidasi dengan Asam Kromat (Pengujian Bordwell-Wellman)
a. dimasukkan 1 ml aseton masing masing 5
tabung reaksi
b. dimasukkan masing masing 1 tetes sampel
alkohol yang akan diuji (2-butanol, koresterol, dan ter-butil alkohol, dan
trifenil karbinol)
6.6. Reaksi Fenol dengan Brom
a. dimasukkan 0,1 gram fenol ke dalam tabung
reaksi
b. ditambah 3 mL air dan air brom
c. dikocok hingga warna kuning tidak berubah
d. dicatat hasilnya
6.7. Reaksi Fenol dengan Besi (III) Klorida
a. dimasukkan masing masing 3 tabung reaksi 1-2
mL sampel yang akan diuji (fenol, resorsinol, dan 2-propanol)
b. ditambah 5 mL air
c. ditambah masing-masing tabung 1-2 tetes
besi (III) klorida dan diaduk
d. diamati dan catat hasilnya
silakan menonton
video percobaan ini untuk menjawab permasalahan di bawah ini.
Setelah
menonton video tersebut, berikut adalah permasalahan yang timbul :
1. Apa fungsi diberikannya asam sulfat dalam
reaksi? Jika dilihat dari senyawanya yang bersifat asam, apakah bisa diganti
dengan asam yang lain?
2. Setelah proses destilasi, setelah
didapatkan sampel di akhir destilasi, sampel yang berisi sikloheksanon
diberikan larutan NaCl. Untuk apa proses diberikannya NaCl? Bagaimana kalau
tidak digunakan dan dilanjutkan ke tahap berikutnya, apa yang terjadi?
3. Pada
akhir destilasi, diberikan pendingin pada labu ke 2 tempat menampung detilat
sikloheksanon. Apa fungsi dari pendingin dan pengaruhnya terhadap larutan
terseut? Selain itu, bagaimana cara membedakan bahwa larutan tersebut merupakan
larutan sikloheksanon murni ataau campuran?
Izin menjawab no 2
BalasHapusSaya Isnaini Puji Rahayu (A1C118020), akan menjawab pertanyaan nomor 2. Batas larutan yang ada pada destilat yang diperoleh itu tidak terlalu jelas sehingga sulit untuk melihat bahwa ada pemisahan dari larutan ini. oleh karena itu, diberikanlah NaCl sehingga batas antar larutan dapat terlihat lebih jelas, dan agar sikloheksanon yang mungkin ada dalam air dapat keluar. Nah apabila tidak dilakukannya penambahan ini, maka ditakutkan akan kesulitan dalam memisahkan antara lapisan 1 (larutan 1) dengan lapisan 2 (larutan 2) karena tidak adanya batas yang jelas dan juga akan ada kemungkinan sikloheksanon yang tercampur dalam air.
BalasHapussaya Diana Sari (A1C118096) akan menjawab pertanyaan no 1. asam sulfat berfungsi sebagai katalis, yang mana ia merupakan oksidator kuat. sehingga reaksi bejalan dengan lebih cepat. Dapat digantikan dengan zat yang memiliki sifat oksidator kuat, seperti KMnO4. terimakasih.
BalasHapusKomentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapusbaik saya Dara kumalasari NIM : A1C118038 akan menjawab pertanyaan no 3 pendingin itu berfungsi untuk mengontrol suhu dari larutan pengaruh nya terhadap larutan adalah panas larutan menjadi lambat hal ini karena reaksi dari campuran tersebut menghasilkan panas jadi diberikan pendingin supaya panas yang dihasilkan terkontrol. dimana jika suhu melewati batas suhu yang ditentukan dikhawatirkan terjadi pemutusan ikatan antara molekulnya sehingga tidak terbentuk sikloheksanon. untuk membedakan larutan tersebut kita bisa melihat apabila sudah terdapat 2 lapisan yang mana lapisan atas merupakan sikloheksanon dan lapisan bawah adalah air. dimana sikloheksanon seperti minyak dan air bening. sekian semoga membantu
BalasHapus