JURNAL 4 PRAKTIKUM KIMIA ORGANIK 1 : REAKSI-REAKSI HIDROKARBON


PRAKTIKUM KIMIA ORGANIK I
JURNAL 4



DISUSUN OLEH :
NAMA                              : RYAN WILLIANTO
NIM                                   : A1C118019
KELAS                             : REGULER A 2018
DOSEN PENGAMPU     : Dr. Syamsurizal, M.Si.


PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KIMIA
JURUSAN PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS JAMBI
2020





I.       Judul     : Reaksi-reaksi Hidrokarbon

II.      Hari, Tanggal   : Rabu, 3 Maret 2020

III.    Tujuan  :
Pada akhir percbaan ini, mahasiswa harus dapat memahami dan terampil dalam :
a.       Agar mengetahui sifat-sifat kimia hidrokarbon alifatik jenuh, tak jenuh, dan aromatik.
b.       Agar mengetahui jenis reaksi kimia untuk membedakan ketiga golongan senyawa hidrokarbon
c.       Agar mengetahui cara dan teknik pengujian ketiga golongan

IV.    Landasan Teori
Cara memurnikan zat padat organik yang paling banyak digunakan dan efektif, dilakukan dengan cara rekristalisasi: cara kristalisasi secara selektif suatu senyawa dari campuran zat padat. Yaitu dengan melarutkannya dalam suatu pelarut yang cocok sekitar titik didihnya, kemudian disaring selagi panas untuk memisahkan zat padat tersuspensi / tak larut di dalam larutan. Metode rekristalisasi didasarkan pada prinsip bahwa senyawa tertentu dalam campuran akan mempunyai sifat kelarutan tertentu yang berbeda dari campuran lainnya dalam suatu sistem tertentu (tim penuntun kimia  organik I. 2020 : 17).
Rekristalisasi dikenal sebagai sebuah metode yang digunakan untuk memurnikan suatu zat kimia. Bila suatu zat diberikan media pelarut yang sesuai, maka pengotor dan Kristal murni akan dapat terpisah sehingga didapatkan Kristal yang murni dari suatu zat (Harwood. 1989).
Rekristalisasi dilakukan berdasarkan pada kelarutan zat dan pengotornya terhadap suatu pelarut. Suatu zat tidak murni dilarutkan dalam sebuah pelarut yang dapat dilakukan berulang kali. Proses tersebut perlu memerhatikan faktor yang memengaruhi kelarutan suatu zat, seperti suhu, konsentrasi, dan lain-lain (Gabriel. 1996 : 99).
Proses pelarutan terjadi karena pelarut mensolvatasi zat padat tak murni tersebut. Terjadinya proses tarik menarik antar senyawa dalam pelarut menyebabkan senyawa menjadi rapat dan terbentuk endapan atau Kristal. Hal ini yang disebut larutan jenuh atau terjadinya kesetimbangan dalam larutan (Moran. 2002. 20).
V.      Alat dan Bahan
Adapun alat dan bahan yang akan digunakan dalam praktikum ini, yaitu :
5.1.    Alat
a.       labu Erlenmeyer 250 mL
b.       Pemanas bunsen
c.       Kaki tiga, kawat kasa
d.      Gelas kimia
e.       Corong buncher
f.       Cawan penguap
5.2.    Bahan
a.       campuran bubuk es dan air
b.       asam benzoat
c.       naftalena
d.      aquades
e.       kertas saring

VI.    Prosedur Kerja
6.1.    Brom dalam Tetraklorida
a.       dimasukkan 50 ml aquades ke dalam gelas kimia 100 ml dan panaskan hingga mendidih
b.       dimasukkan 0,5 gram asam benzoat tercemar ke dalam gelas kimia 100ml lainnya
c.       ditambahkan air mendidih ke dalam Gelas kimia yang berisi asam benzoat tercemar
d.      diaduk hingga larut dan di biarkan dingin hinnga tebentuk kristal
e.       disaring larutan yang terbentuk endapan atau kristal
f.       di timbang berat kristal
6.2.    Brom
a.       dimasukkan 1-2 gram naftalen ke cawan menguap
b.       ditutup cawan dengan kertas saring yang telah dilubangi
c.       ditutup cawan dengan corong yang saluran nya di sumbat oleh kapas
d.      diletakkan rangkaian cawan diatas pembakar bunsen
e.       dimatikan pemanas ketika semua zat menyublim dan timbang Kristal yang timbul pada kapas atau kertas saring.
f.       tentukan titik leleh campuran 2 senyawa dengan proporsi 1:1, 1:3, dan 3:1.
g.       gambarkan dalam kertas millimeter blok (kertas grafik)
6.3.    Larutan kalium permanganat
a.       masukkan sampel zat murni ke dalam pipa kapiler
b.       masukkan 1 buah pipa kapiler zat murni ke dalam alat dan 2 buah pipa kapiler kosong sebagai blanko ke dalam alat MPA
c.       atur suhu dengan tombol
d.      catat variabel suhu yang timbul ketika zat mulai meleleh


Setelah menonton video tersebut, berikut adalah permasalahan yang timbul :
1.       Apa tujuan digunakan potongan besi pada percobaan brom?
2.       Mengapa warna ungu pada KMnO4 tidak menghilang pada saat dicampur atau direaksikan dengan paraffin dan naftalena?
3.       Pada percobaan Bron dalam Tetraklorida, digunakan gas bromin (Br2). Dapatkah gas bromin ini diganti dengan zat lain? Coba jelaskan indikasi zat yang dapat menggantikan gas Br2 ini!

Komentar

  1. Assalamualaikum warahmatullah wabarakatuh
    Nama saya Valen Dwi Putri,
    Nim : A1C118050. Saya akan mencoba menjawab soal nomer 2. Mengapa warna ungu pada KMnO4 tidak menghilang pada saat dicampur atau direaksikan dengan paraffin dan naftalena? Warna ungu pada KMnO4 tidak hilang dikarenakan adanya reaksi ion MnO4 dengan alkana maupun alkena yang membentuk glikol serta endapan berwarna coklat, dalam artian larutan bersifat jenuh.

    BalasHapus
  2. Assalamualaikum, perkenalkan saya RAHMADANSAH Nim: A1C118066 ingin membantu menjawab permasalahan nomor 1, fungsi dari besi adalah sebagai hasil dari hidrogen bromida (gas), fungsi besi juga sebagai bereaksi dengan benzena membentuk penurunan potongan besi pada dinding tabung, dan nanti nya juga sebagai pemicu timbulnya gas (hidrogen bromida).

    BalasHapus
  3. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  4. Assalamualaikum we, wb. Hallo rian. Saya dwi kartini akan mencoba menjawab pertanyaan nomer 3, menurut saya Br2 bisa digantikan dengan Hbr. Terimakasih

    BalasHapus

Posting Komentar